-->

Sabtu, 27 November 2021

5 Karya Anak Bangsa Yang Diambil Alih Negara Lain

 


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Halo Sob, Kali ini kita akan membahas tentang apa saja karya anak bangsa yang dipatenkan atau diambil oleh negara lain. Perkembngan teknologi membuat setiap negara yang ada di dunia melakukan persaingan dalm hal inovasi. Agar sumber daya yang ada di bumi tidak cepat habids dan terjaga. Negara kita juga sama, banyak orang-orang pintar dan jenius yang sedang mengembangkan alat untuk memajukan negeri ini. Namun sayang-seribu sayang penemuan mereka malah mendapat apresiasi dari negara lain, maka dari itu mereka lebih sering berkiprah di luar negeri dari dalam negeri Mari kita simak pembahasan berikut.

1. Kompor Biomassa Nurhuda

kompor biomassa nurhuda (dok:kompasiana.com)

Kita sudah sering mendengar tentang pemanfaatan sumber daya alternatif dari dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu karya anak bangsa guna untuk memanfaatkan sumber daya alternati adalah kompor biomassa ini. Kompor ini dibuat oleh seorang yang bernama Muhammad Nurhuda, dia membuat kompor tersebut dengan alasan supaya warga Indonesia tidak terlalu ketergantungan dengan gas elpiji yang merupakan bahan bakar fosil. Bahan bakar kompor biomassa sangat mudah ditemukan karena hanya menggunkan rempahan atau potongan kecil-kecil dari kayu yang ada disekitar harusnya sih ini menjadi kompor yang laris di negara sendiri namun pemberitauhan tentang informasi ini kurang dilirik dari pemberitaan. Akhirnya kompor ini malah banyak di produksi di Negara Norwegia untuk menekan penggunakan bahan bakar fosil.

2. Kompresi Data

Christopher kusuma (dok: brilio.net)

Semua teknologi pada perdaban ini sudah banyak yang berkembang salah satunya teknologi komputer dan data. Christoper kusuma adalah salah satu pencetus dari sistem kompresi data berawal saat dia sedang mendowload sebuah game namun kuota internet yang dia miliki kurang dari sinilah dia meneliti bagaimana cara mengecilkan ukuran sebuah data. Penelitian yang dia lakukan sebenarnya membutuhkan banyak biaya, setelah dia membuat proposal dan kesana kemari mencari biaya Christopher hampir menyerah karena penelitianya sering ditolak di Indonesia. Akhirnya pihak Google mengetauhi berita tersebut lalu akhirnya dia di undang ke perusahaan Google untuk mempresentasikan hasil penelitianya.

3. Sinyal 4G

Khoirul Anwar (dok: bio.or.id)

Dengan perkembangan teknologi yang meningkat pasti dibutuhkan juga jaringan yang kuat. Sobat pasti sudah familiar dengan sebutan jaringan 4G, ternyata jaringan ini dicetuskan oleh anak bangsa Indonesia yaitu Khoirul Anwar saat dia belajar di negara sakura yaitu Jepang. Penelitian tentang Double Square - Waves Fourier Transform adalah dasar dari konsep sinyal 4G. Konsep ini mulanya dianggap aneh dan hal yang lucu oleh ilmuwan dari Negara Jepang selanjtnya dia mempromosikan penelitian ini ke Negara Australia, disana juga memdapatkan perlakuan yang sama sampai akhirnya dia datang ke Negara Amerika tidak disangka dia mendapatkan perlakuan yang berbeda dan akhirnya penemuanya dipatenkan di negara itu.

4. Mobil Listrik Selo

Mobil listri selo Ricky Elson 

Mobil listrik Selo adalah mobil listrik sport kedua setelah mobil tucuxi. Mobil Selo ini pernah booming pada tahun 2013 dan digadang-gadang akan mulai diproduksi tahun 2015, namun pada kenyataanya sampai tahun sekarang pun belum ada kabar tentang mobil ini. Dikabarkan bahwa pihak Malaysia akan membeli mobil ini. Tapi masih belum ada berita lagi tentang masalah tersebut.

5. Teknologi Electro-Capacitivecancer Theraphy (ECCT)

Warsito taruno dengan ECCT

Warsito Taruno adalah seseorang yang menciptakan teknologi Electro-Capacitivecancer Theraphy (ECCT). Teknologi ini berfungsi untuk penyembuhan kanker dengan cara menggunakan tenaga listrik yang bervoltase rendah sehingga tenaga listrik yang dialirkan hanya menyerang sel kanker yang ada. Sayangnya teknologi ini tidak bisa digunakan di Indonesia dengan alasan kemanan dan kemanfaatan dari teknologi ini masih diragukan. Akhirnya dia mencari jalan lain untuk mempublikasikan teknologinya dan ternyata negara Singapura bisa membantunya tapi dengan syarat hak edar dari teknologi ECCT dimiliki oleh Singapura. Hal ini disambut baik oleh Warsito dan dia menyetujuinya.


Gimana sob pembahasanya tadi, sungguh disayangkan ya penemuan-penemuan anak bangsa belum diapresisasi di negara sendiri. Semoga kedepanya Indonesia lebih melirik dan memperjuangkan hasil karya anak bangsa.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 







Dalam blog ini kita sama-sama akan mengulas perbedaan budaya dan interaksi sosial antar satu negara dan negara lain, keberbedaan tersebutlah yang menarik untuk kita semua ketauhi. Dalam arus peradaban yang semakin maju akankah budaya di negara luar sana dan budaya dalam negeri bisa mempertahankan eksistansinya?.

0 comments:

Posting Komentar

Contact Us

Email :

wahyuadjin17@gmail.com