-->

Rabu, 22 Desember 2021

Keunikan Festival dan Budaya Bangsa Eropa

Keunikan Festival dan Budaya Bangsa Eropa

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Keunikan Festival dan Budaya Bangsa Eropa - Benua eropa terdiri dari banyak negara besar maupun kecil, Benua ini memiliki sekitar 50 negara. Sama seperti Indonesia yang memiliki kebudayaan dan tradisi yang melimpah. Negara-negara di benua eropa tentunya punya tradisi unik untuk memperingati suatu peristiwa, entah itu peristiwa bersejarah ataupun peristiwa yang berhubungan dengan kepercayaan. Tentunya tradisi ini mengundang rasa penasaran dari para traveller di seluruh dunia. Berkunjungnya wisatawan ini membuat tradisi di negara-negara tersebut dikenal sampai seluruh dunia. Lalu apa saja keunikan festival dan budaya bangsa eropa, mari kita bahas bersama disini.


1. INGGRIS

Negara dengan ibu kota London ini mempunyai beberapa tradisi unik, diantaranya:

               Tradisi Gurning atau Membuat Wajah Nyengir


Tradisi Gurning di Inggris
Tradisi Gurning (dok: coventrytelegraph.net)

Perlu sobat tahu tradisi gurning ini sudah berlangsung selama berabad-abad yang lalu, namun tetap dilestarikan oleh masyarakat Inggris sampai sekarang. Awal mulanya tradisi ini muncul pada tahun 1267 di pinggiran wilayah Inggris. Jika sobat ingin berpartisipasi syaratnya cukup mudah yaitu buat wajah sobat menyeringai sekonyol mungkin, sejelek mungkin dengan tali kuda melingkar di area kepala. Bahkan sekarang tradisi gurning ini telah menjadi kejuaraan dunia, dikenal sebagai “World Gurning Championship” penyelenggaranya berlangsung di Egremont, Inggris. Sebenernya admin juga pingin nih nyoba kejuaraan ini, mumpung dikasih wajah yang cocok buat lomba ini wkwk.


               Tarian Morris


Tarian Morris
Tarian Morris (dok: pixabay)

Tarian ini awalnya digunakan untuk acara ritual oleh warga pedesaan di Inggris namun lambat laut juga digunakan sebagai perayaan festival yang ada. Pelaksanaan tarian morris biasanya dilakukan secara berkelompok, dalam kelompok tersebut terdapat sekitar 6 orang. Mulanya hanya kaum pria saja yang boleh melakukan tarian ini, namun dengan berjalanya waktu kaum perempuan juga bisa ikut serta dalam tarian morris. Sebagian orang menyakini bahwa tarian ini terdapat aura magis tersendiri dan bisa membawa keberuntungan. Alunan musik juga mengiringi dalam setiap gerakan penari, alat seperti tongkat, topi, pedang, sapu tangan, dan lonceng turut digunakan dalam tarian morris.


               Cheese Rolling


Cheese Rolling di Inggris
Cheese Rolling (dok: nzherald.co.nz)

Cheese Rolling merupakan sebuah festival tahunan yang digelar di bukit Cooper, Brockwoth, Gloucester pada setiap awal musim panas datang. Catatan sejarah mengatakan festival ini telah ada sekitar abad ke 15, Sebagian berpendapat awal mula tradisi ini berasal dari kebudayaan pagan dimana saat orang-orang melemparkan banyak gulungan rumput yang dibakar di bukit untuk perayaan berakhirnya musim dingin. Jika sobat ingin mengikuti festival ini harus hati-hati ya sob, karena festival ini dimulai dengan saat pemandu acara menggelindingkan keju Double Cheese Gloucester berukuran 4kg dari atas bukit ke bawah bukit. Barang siapa menyentuh garis finish pertama maka akan menerima bongkahan keju super besar itu. Tentunya mengejar keju ukuran besar dengan lintasan menurun tidaklah mudah banyak orang-orang yang mengalami cedera ringan maupun berat seperti patah tulang, oleh sebab itu panitia selalu menyiapkan ambulans dan unit kesehatan lainya. Meskipun terdapat resiko cedera masih banyak orang menatikan festival ini. Semua orang boleh berpartisipasi dalam festival ini, tapi terdapat pemisahan antara kaum laki-laki dan kaum perempuan.


2. ITALIA


Negara dengan banyaknya sejarah ini mempunya tradisi unik, diantaranya:

               Battaglia delle Arance (Perang Jeruk)


Battaglia delle Arance (Perang Jeruk)
Battaglia delle Arance (dok: pinterest.com)

Festival Battaglia delle Arance adalah festival dimana sobat akan berperang menggunakan buah jeruk di Italia lebih tepatnya di daerah kota Ivrea, Porinsi Turin Italia. Jika sobat ingin mengikuti festival ini datanglah pada bulan Februari di setiap tahun selama 3 hari. Festival ini dikatakan festival tertua, sudah dilakukan sejak abad ke-12 sampai sekarang. Festival Battaglia delle Aranc, konon katanya bermula dari peristiwa perang saudara antara penduduk Ivrea dengan Pasukan Kerajaan Napolen. Karena seorang gadis bernama Mugnia diperkosa oleh seorang apparat pemerintah. Kemudian Mugnia memenggal kepala orang yang sudah memerkosanya. Kisah ini lalu dikenang dengan cara melakukan festival perang jeruk, masyarakat Ivrea mengganti anak panah dengan buah jeruk dalam pelaksanaanya. Jeruk yang dihabiskan biasanya mencapai 400 ton.


               Venice Carnival


Venice Carnival
Venice Carnival (dok: naviri.org)

Karnaval Venice adalah festival kuno yang diadakan setiap tahun di kota Kanal, Italia. Keunikan dari festival ini dimana orang-orang menggunakan topeng dan kostum unik, biasanya kostum yang digunakan adalah tobaro, jubah tradisional bewarna gelap. Dilaksanakan saat 40 hari sebelum hari paskahdan berakhir pada hari rabu abu. Pertama kali diselenggarakan pada abad ke 11 namun setelah Napoleon Bonaparte berkuasa karnaval ini dihapuskan, sampai pada tahun 1979 karnaval ini dimulai lagi untuk pertama kalinya. Yang suka fashion bisa nih kesini, buat cuci mata dengan melihat gaya berpakaian orang-orang di karnaval Vinece.


3. SPANYOL


Negara dengan julukan negeri matador in memiliki tradisi unik, diantaranya:

               El Colacho


El Colacho
El Colacho (dok: id.wikipedia.org)

El Colacho atau lebih dikenal dengan El Salto del Colacho (lompatan iblis). Merupakan sebuah tradisi melompati bayi, dikatakan dengan melakukan hal tersebut maka bayi akan tersucikan dari dosa asal, memberikan keberkahan dan keselamatan serta terhindar dari penyakit dan roh-roh jahat, dikatakan tradisi ini sudah ada sejak tahun 1620-an. Tradisi ini dilakukan setiap tahun sekali pada pertengahan bulan juni di desa Castrillo de Murcia, diawali dengan menaruh bayi yang umurnya 12 bulan di atas matras di jalanan, kemudian beberapa pria dengan pakaian berwarna kuning kemereh-merahan berlari menghampiri bayi-bayi yang ada di jalanan tadi lalu melompatinya. Para pria berpakaian kuning kemerah-merahan tadi dilambangkan sebagai iblis bernama Colacho. Setelah dilompati orang tua mereka menburkan bunga mawar ke bayi-bayi tersebut, setelah itu membawa dan menggendongnya Kembali.


               La Tomatina


La Tomatina
La Tomatina (dok: id.wikipedia.org)

La tomatina merupakan tradisi perang dengan tomat sebagai senjatanya. Festival ini dilakukan setiap tahunya pada hari rabu terakhir di bulan Agustus bertempat di kota Bunol, provinsi Valencia. Asal mula festival ini karena ketidaksengajaan di tahun 1945 ketika beberapa pemuda pergi ke alun-alun kota untuk menghadiri parade sebagian dari mereka masuk ke rombongan pareade barisan depan, namun hal tidak mengenakan terjadi yaitu muncul kericuhan disana yang menyebabkan pasar sayur didekat alun-alun terkena imbasnya karena sayuran mereka terutama tomat digunakan sebagai senjata untuk menyerang sesame. Awal mulanya tradisi ini dilarang tapi setelah dilakukanya voting akhirnya tradisi ini diperbolehkan untuk dilaksanakan setiap tahun.Setiap tahunya tomat yang digunakan untuk festival hampir ratusan ton tomat. Perang tomat biasanya berlangsung selama 1 jam setelah selesai truk damkar datang ke tempat perang lalu membersihkan bekas noda tomat di tubuh peserta dan membersihkan area bekas peperangan.


               El Encierro


El Encierro
El Encierro (dok: carnifest.com)


El Encierro merupakan tradisi ekstrim di negara Spanyol, dibilang ekstrim karena festival ini dirayakan dengan berlari di depan banteng yang dilepaskan di jalan kota yang sudah dibatasi atau disekat khusus untuk berlangsungnya acara ini. Awal mula festival ini bermula ketika beberapa pemuda melepaskan banteng-banteng dari kandangnya untuk diantarkan ke arena adu banteng. Para pemuda ini biasanya melakukan gerakan melompat kea rah banteng dengan tujuan menunjukkan bahwa mereka memiliki keberanian menghadapai banteng. Sayangnya festival ini pada zaman dahulu pernah memakan korban jiwa, namun sampai sekarang masih diselenggarakan, untuk meminimalisir kejadian tersebut muncul kembali akhirnya para pawang banteng ikut berlari tapi di bagian belakang banteng-banteng ini.


Gimana sob tradisi dari masyarakat di benua eropa, pastinya sangat menarik y ajika kitab isa ikut berpartisipasi didalam festival ataau tradisi tersebut. Pelaksanaan tradisi di setiap tahunya ini juga bertujuan untuk melestarikan tradisi yang ada agar tidak pudar dimakan oleh waktu.

Sekian

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabrakatuh

              

              

              

Dalam blog ini kita sama-sama akan mengulas perbedaan budaya dan interaksi sosial antar satu negara dan negara lain, keberbedaan tersebutlah yang menarik untuk kita semua ketauhi. Dalam arus peradaban yang semakin maju akankah budaya di negara luar sana dan budaya dalam negeri bisa mempertahankan eksistansinya?.

1 comments:

Contact Us

Email :

wahyuadjin17@gmail.com