-->

Minggu, 09 Januari 2022

Gerakan Kudeta Yang Merubah Pemerintahan Dalam Sejarah

 

Gambar Kudeta

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Gerakan Kudeta Yang Merubah Pemerintahan Dalam Sejarah – Menurut Wikipedia kudeta merupakan sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengancara illegal dan sering kali bersifat brutal, inkonstitusial berupa “pengambilan kekuasaan”, “penggulingan kekuasaan” sebuah pemerintah negara dengan menyerang secara taktis, strategis, politis ke legitimasi pemerintahan kemudian bermaksud untuk menerima penyerahan kekuasaan dari pemerintaah yang digulingkan. Gerakan seperti ini bahkan membuat sistem pemerintahan sebuah negara mengalami gejolak politik di dalamnya.


Tujuan dilakukanya kudeta dengan maksud tidak lain dan tidak bukan untuk mengambil alih kepemimpinan. Negara kit aini pernah terjadi beberapa gerakan kudeta seperti, kudeta terhadap perdana Menteri Sutan Sjahrir pada 75 tahun lalu. Tidak hanya Indonesia saja yang pernah mengalami kejadian buruk seperti ini namun negara lain pun pernah merasakan hal yang sama, setiap kudeta memiliki latar belakangnya sendiri-sendiri. Oleh sebabitu mari sekarang kita bahas mengenai Gerakan Kudeta Yang Merubah Pemerintahan Dalam Sejarah menurut versi lintasan peradaban.


1. Kudeta Kuba


Kudeta Kuba (dok: id.wikipedia.org)

Kuba merupakan negara yang terletak di karibia utara pada pertemuan laut karibia, teluk meksiko dan Samudra atlantik. Saat itu Kuba telah melakukan 2 gerakan kudeta, pertama pada tahun 1933 dan pada tahun 1952, pemimpin dari kedua kudeta tersebut adalah orang yang sama, bernama Fulgencio Batista y Zaldivar. Kudeta petama pada tahun 1933 dilakukan batista untuk menjatuhkan kedudukan presiden kala itu, bernama Geraldo Machado.


Saat itu Batista sudah memasuki dinas militer. Pasti kita semua bertanya-tanya kenapa di sampai melakukan kudeta tersebut? Dia melakukan hal tersebut karena presiden Geraldo Machado merupakan presiden dikator, selain diktator dia juga merupakan presiden pertama yang sangat korup di Kuba. Machado juga mempunyai izin untuk menangguhkan aspirasi kebebasan berpendapat dan memberlakukan darurat militer.  Sampai akhirnya Batista pun langsung mengkudeta presiden Machado, kejadian tersebut dikenal sebagai Revolusi Para Sersan. Selanjutnya Batista mengangkat dirinya sendiri menjadi Kepala Angkatan Kuba.Kudeta kedua yang dilakukan Batista pada tahun 1952.


Setelah dia menjabat presiden pada periode 1940-1944, dia kemudian tinggal di Amerika Serikat. Selang beberapa lama tinggal di Amerika akhirnya dia kembali pada tahun 1952 untuk mengikuti pemilihan presiden lagi. Namun nasib baik tidak berpihak kepadanya, akhirnya setelah pemilihan tersebut berakhir. Batista dan orang-orang kepercayaanya melakukan kudeta kedua. Sejak itu munculah revolusioner Kuba semakin antipati terhadap Presiden Batista. Semakin berjalanya waktu Batista mulai menunjukkan kepemimpinan diktator, yang membuat kaum oposan yang dipimpin oleh Fidel Castro melakukan tindakan pemberontakan bersenjata.


2. Kudeta 18 Brumaire (1799)


Kudeta Brumaire (dok: id.wikipedia.org)

Ternyata gerakan kudeta sudah pernah dilakukan sudah sejak zaman dahulu ya sob, contohnya seperti kudeta 18 Brumaire. Pelaksanaan kudeta dilakukan oleh Napoleon Bonaparte, siapa sih yang nggak kenal dengan orang ini, dia adalah sesosok pemimpin militer besar di negara Prancis kala itu dan namnya semakin menjulang saat perang Revolusioner.


Namun, jalan untuk dia menjadi pemimpin militer diakibatkan oleh kudeta yang di lakukan pada tahun 1799 lebih tepatnya tanggal 9 November 1799. Tahun-tahun ini merupakan tahun penting bagi prancis, pasalnya dalam tahun tersebut telah terjadi revolusioner Prancis. Pada tahun 1798 Napoleon diberikan tugas dari direktori yang telah memimpin Prancis sejak 1795 untuk menginvasi Inggris, namun Napoleon menolak, karena Prancis belum siap untuk melawan negara kuat tersebut. Akhirnya Napoleon menawarkan untuk menginvasi Mesir dalam upaya menghapus rute perdagangan Inggris menuju India. Kala itu Pertempuran dimenangkan oleh pasukan Napoleon namun hanya berselang sebulan tepatnya bulan Agustus, pasukan Napoleon diserang habis-habisan oleh armada Inggris di Pertemuran Nil.


Sayangnya dia meninggalkan pasukanya sendiri di Mesir dan kembali sendirian ke negara Prancis. Pada November 1799 Napoleon berhasil memimpin kudeta dan menggulingkan Direktori Prancis. Setelah kudeta tanpa adanya pertumpahan darah itu, Direktori digantikan dengan Konsulat beranggotakan tiga orang, dengan Napoleon sebagai Konsulat pertama. Posisi tersebut semakin diperkuat oleh Napoleon setelah mengalahkan musuh abadi mereka yaitu Austria pada Juni 1800. Akhirnya dia mendeklarasikan dirinya menjadi seorang kaisar.


3. Ides of March (44 SM)


Ides of March (dok: id.wikipedia.org)

Awal mulanya Ides of March adalah hari dimana bangsa romawi melakukan perayaan keagamaan kepada dewa jupiter dengan mempersembahkan seekor domba. Sayangnya pada tahun 44 SM perayaan tersebut menjadi hari akhir bagi julius caesar karena pada saat itu dia di kudeta oleh 60 senator yang dipimpin Brutus serta Cassius, mereka membunuh Julius saat itu juga. Dikatakan bahwa sebelum dia menuju ke Teater Pompei, Julius bertemu dengan seorang peramal bernama Spurinna, si peramal ini memberi tahu akan datangnya nasib buruk kepada Julius pada tanggal 15 Maret. Kalau kalian diramal kayak gini, percaya nggak sob.


4. Revolusi Bolshevik / Oktober


Sehari setelah Revolusi Bolshevik (dok: id.wikipedia.org)

Gerakan Revolusi ini bertempat di negara Uni Soviet yang sekarang kita kenal dengan Rusia. Berlangsung pada bulan oktober 1917, tapi sejarah mencatat revolusi ini berlangsung pada 7 November 1917. Lalu mengapa dinamai dengan Revolusi Oktober? Kala itu Uni Soviet masih menggunakan kalender Julian bukan Gregorian, pada kalender Julian revolusi ini menunjukkan tanggal 25 Oktober 1917. Revolusi Oktober adalah keberlanjutan dari revolusi bulan Februari yang dipimpin oleh Alexander Kerensky guna menjatuhkan Tsar Nicholas II dari Kekaisaran Rusia.


Setelah kudeta pertama selesai terbentuklah Pemerintahan Sementara Rusia. Bukanya berdampak baik bagi masyarakat tapi malah menjadi situasi mencekam karena terdapat konflik internal, membuat bidang-bidang penyokong mayarakat dan negara mulai goyah seperti bidang sosial, ekonomi, serta politik. Ketidakstabilan inilah yang membuat Golongan Komunis Bolshevik yang dibawah kepemimpinan Vladimir Lenin mengkudeta pemerintah. Mulai tumbuhlah cikal bakal pendirian Republik Uni Soviet.


Baiklah itulah sob pemabahasan mengenai Gerakan Kudeta Yang Merubah Pemerintahan Dalam Sejarah, Kita sebagai warga Indonesia berharap semoga kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi untuk masa depan nanti. Tentunya setiap gerakan kudeta yang telah dipaparkan tadi memiliki konsekuensi tersendiri entah hal tersebut baik ataupun akan memperburuk keadaan. Itulah yang bisa Lintasan Peradaban sampaikan, kita akan berlanjut ke pembahasan selanjutnya ya sob.


Sekian, terimakasih


Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dalam blog ini kita sama-sama akan mengulas perbedaan budaya dan interaksi sosial antar satu negara dan negara lain, keberbedaan tersebutlah yang menarik untuk kita semua ketauhi. Dalam arus peradaban yang semakin maju akankah budaya di negara luar sana dan budaya dalam negeri bisa mempertahankan eksistansinya?.

0 comments:

Posting Komentar

Contact Us

Email :

wahyuadjin17@gmail.com